INFO RIAU – Sejumlah dosen dari Poltekkes Kemenkes Riau menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dengan fokus pada edukasi pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bagi bayi. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu wilayah binaan mereka di Pekanbaru, dan diikuti oleh puluhan ibu menyusui serta ibu hamil.
Para dosen menjelaskan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang optimal, meningkatkan kekebalan tubuh, serta membentuk ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak.

Pelatihan Praktis dan Konseling Menyusui
Selain penyuluhan, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan praktis mengenai teknik menyusui yang benar, posisi perlekatan bayi ke payudara, serta cara mengatasi masalah umum yang sering dihadapi ibu menyusui seperti puting lecet dan produksi ASI yang rendah. Para dosen memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan simulasi langsung dengan alat bantu boneka bayi, sehingga ibu-ibu dapat memahami langkah-langkah menyusui yang tepat.
Kegiatan ini turut menghadirkan konselor laktasi untuk memberikan sesi konsultasi personal, agar setiap ibu mendapatkan solusi sesuai kondisi masing-masing.
Baca Juga : Edukasi Stunting, Dosen Poltekkes Kemenkes Riau Gelar Pengabdian Masyarakat
Upaya Menurunkan Angka Gizi Buruk
Dalam sesi diskusi, para dosen menekankan bahwa pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan risiko gizi buruk dan stunting yang masih menjadi tantangan di beberapa daerah. Mereka juga mengingatkan bahwa penggunaan susu formula tanpa indikasi medis dapat meningkatkan risiko infeksi dan alergi pada bayi. Oleh karena itu, mendukung ibu agar berhasil memberikan ASI eksklusif merupakan bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Harapan Adanya Dukungan dari Keluarga dan Lingkungan
Para dosen berharap kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan para ibu. Tetapi juga mendorong dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar. Suami, orang tua, serta tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan dasar diharapkan bisa menjadi pendukung utama ibu menyusui. Baik secara emosional maupun praktis. Dukungan lingkungan kerja yang ramah ibu menyusui juga dinilai penting agar para ibu dapat terus memberikan ASI meskipun telah kembali bekerja.
Penutup
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bentuk nyata kontribusi Poltekkes Kemenkes Riau dalam mendukung program pemerintah. Untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif di Provinsi Riau. Melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan. Pemerintah harap semakin banyak ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Sehingga kualitas kesehatan generasi mendatang dapat meningkat secara signifikan.










